oleh

Tahun 2019 DUNIA Di Awali Dengan Fenomena SUPERMOON


TopManado.com, Jakarta,- Setelah memprediksi beberapa pekan yang lau bahwa Bumi akan KIAMAT dengan sambaran Bulan dan Planet. Hal ini malah membuat kepanikan bagi Manusia di seluruh Dunia. Pasalnya babarapa di antaranya sempat membuat pemukiman bawa tanah. Memang terkesan lucu, dan mungkin itu menjadi ketakutan yang berlebihan, atau mungkin saja ketakutan mereka adalah benar.


Dikatakan oleh Dr. Jason Barnes, seorang ilmuwan planet dari Universitas Idaho, Amerika Serikat, bahwa kita akan membuat sebuah sejarah baik bagi Bumi.
Sementara prediksi buruknya, sejarah itu akan terjadi 65 miliar tahun, di mana bulan akan terjun bebas dan menabrak Bumi. Tabrakan itu diprediksi akan mengubah planet tercinta kita ini menjadi lautan lahar.
Dalam waktu 5 miliar tahun, Matahari akan melebar sampai 100 kali lipat dari ukurannya sekarang. Hal ini membuat segala sesuatu yang masih hidup di seluruh planet akan mengalami perubahan.


“ 2019 “ untuk mengawali tahun ini, kita malah di awali dengan Fenomena Supermoon atau Bulan Purnama akan menyapa Bumi pada Senin (21/1/2019) malam dengan kordinat Bulan berada pada titik terdekatnya. Sehingga telah terjadi beberapa hal pada bumi, yang sebagai contoh naiknya gelombang laut sehingga mencapai 2 Meter.
Menurut Marufin Sudibyo, astronom amatir Indonesia mengatakan fenomena ini mucul bersamaan dengan gerhana bulan.
“Kalau Gerhana Bulannya tidak bisa dilihat karena terjadinya waktu siang hari di Indonesia. Tapi Supermoon jelas bisa dilihat besok malam,” kata Marufin.
Fenomena Supermoon dapat diabaikan lewat foto.
Marufin menerangkan momen itu dapat diabadikan lewat berbagai jenis kamera mulai dari DSLR hingga kamera handphone. “Tinggal pakai setting pencahayaan paling minimal,” ujarnya. Mengingat musim penghujan di Indonesia, kemungkinan Supermoon terlihat hanya 50:50.
Gerhana bulan ini menjadi sangat langka sehingga ia dijuluki Super Blood Wolf Moon.
Mengapa itu disebut Super Blood Wolf Moon?
Super Blood Wolf Moon adalah kombinasi dari tiga peristiwa bulan sekaligus. Yaitu, Supermoon adalah ketika bulan paling dekat dengan Bumi dalam orbitnya selama fase penuhnya, membuatnya tampak lebih besar.

DR ( TM )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed